Konsultasi

Saya menerima konsultasi masalah atau kebutuhan IT baik personal maupun enterprise. Adapun jasa yang saya tawarkan dibagi menjadi dua kategori, yakni konsultasi bersifat free dan komersial.

Jasa konsultasi yang bersifat FREE :

  1. Konsultasi ide penelitian/skripsi/tugas akhir komputer
  2. Konsultasi masalah-masalah seputar komputer (kalau saya tahu, saya akan bantu berikan solusi)

Jasa konsultasi yang bersifat KOMERSIAL

  1. Pembuatan website personal/pribadi, organisasi dll
  2. Pembuatan Ecommerce/Toko Online untuk UKM dengan harga terjangkau
  3. Pembuatan Sistem Informasi (Ujian Online, SIM Pegawai, SPK, dll) berbasis web (disesuaikan dengan permintaan/ kebutuhan pengguna)
  4. Pembuatan video profile, slide presentasi untuk tugas kuliah komputer

Adapun konsultasi menggunakan media Yahoo Messenger. Sebelum berkonsultasi harap memberikan pemberitahuan melalui SMS ke 085296352409 dengan format : Konsultasi email Anda.
Jika tidak ada halangan, saya online untuk konsultasi, Setiap hari mulai pukul 20.00 s/d 21.00 WIB.

Untuk tanya-tanya,konsultasi ataupun pemesanan produk dan jasa saya, silahkan melakukan online chat dengan saya melalui widget Kanal Bantuan disamping blog ini. Fasilitas bantuan ini bisa dilakukan setiap hari mulai pukul 20.00 s/d 21.00 WIB. Mohon untuk SMS terlebih dahulu jika ingin konsultasi diluar jam tersebut.

Anda juga bisa konsultasi atau memesan produk source code dengan mengirimkan kasus/requirement masalah Anda ke email saya. Dengan mengirimkan email attachment kasus/requirement masalah Anda, akan menghemat waktu sehingga saya bisa langsung menganalisis agar dapat memberikan solusi terbaik untuk kasus Anda.

Semoga ruang konsultasi ini bisa bermanfaat dan membantu menyelesaikan permasalahan atau menjawab kebutuhan IT Anda.

Salam Sukses
R.Damanik

17 thoughts on “Konsultasi

    • Benefit (Keuntungan) dan Cost (Biaya) digunakan pada metode Simple Additive Weighting (SAW) pada proses normalisasi matrik. Sedangkan pada metode AHP tidak menggunakan atribut benefit atau cost melainkan menggunakan pairwise comparison (matrik perbandingan) dengan skala 1-9 Saaty. Jika kasus anda diwajibkan ada penggunaan atribut benefit dan cost, anda dapat menggunakan metode SAW saja atau mengkombinasikan metode AHP dengan Metode SAW (AHP untuk hitung bobot kriteria sedangkan SAW dipakai untuk hitung normalisasi hingga perankingan alternatif).

      Semoga membantu.

      kroseva

  1. mas bro..mau tanya nih..saya ada mslh ttg AHP multikriteria.bgmn melakukan perhitungan/matrik dr alternatif terhadap kriteria dan subkriterianya..mngkin anda punya contoh materinya??
    trimakasih sebelumnya😀

  2. mas, mau nanya lagi nih, maaf ya sebelumnya.
    hehehe kan gini saya udah nanya sama dosen saya yang kebetulan ngajar tentang sistem pakar. kan saya baca dan juga kata dosen saya untuk Metode Rule Based itu biasanya diterapkan dalam sistem pakar.
    bilamana metode itu akan saya pakai dalam skripsi saya, saya harus mencari buku yang menerangkan bahwa Metode Rule Based juga bisa dipakai dalam SPK. karena katanya ruang lingkupnya berbeda.

    bisa kah anda memberikan saya link tentang ebook DSS yang memuat tentang Metode Rule Based? terimakasih.

    • Untuk metode Promethee, saya belum begitu menguasainya. Coba anda googling untuk mendapatkan referensinya. Tapi jika anda punya perhitungan manualnya, mungkin saya bisa coba bantu🙂

  3. mas, sy mau tnya neh… skripsi saya tentang spk penilaian kinerja karyawan kalo menggunakan metode fuzzy SAW ,, cocok ndak ya?trimakasi

    • Sebenarnya untuk metode / algoritma yang mau dipakai bisa memakai Fuzzy SAW hanya saja kondisinya perlu disesuaikan. Misal, karena ingin mengkombinasikan Fuzzy dengan Algoritma SAW, maka kriterianya hrs ada yang fuzzy. Sehingga, saat mencari bobot kriterianya menggunakan fungsi tertentu yang telah disepakati atau dalam batasan masalahnya (misal menggunakan fungsi segitiga). Demikian dan semoga membantu🙂

  4. mas, saya mau nanya, ini saya ambil spk tentang rekruitmen siswa, tapi saya bingung ambil metodenya, kalo misal mau mengkombinasikan antara ahp dengan topsis itu bagus ndak ya? atau mending ambil ahp saja? maksud kriteria dengan fuzzy itu bagaimana mas?
    maaf banyak nanya, terimakasi🙂

    • @esti : Jika Kasus Anda adalah perankingan / Multi kriteria Maka algoritma yang bisa dipakai adalah AHP, SAW, Topsis. Jika Anda ingin mengkombinasikan AHP-Topsis juga bisa. AHP digunakan untuk pencarian bobot kriteria dan Topsis dipakai untuk proses perangkingan-nya. Jika mau diselesaikan dengan AHP saja juga bisa. Perbedaannya jika menggunakan TOPSIS-AHP tentu Anda mesti memahami kedua algoritma tersebut. Sedangkan jika menggunakan AHP saja, maka Anda cukup memahami algoritma AHP saja. Lalu yang dimaksus kriteria fuzzy itu adalah kriteria yang tidak memiliki nilai / value. Contoh, Kriteria Harga memiliki nilai/value Mahal, Sedang, Murah. Nah nilai Mahal, Sedang, Murah ini perlu dikonversikan agar memiliki nilai yang bisa diproses oleh algoritma untuk pengambilan keputusan. Demikian dan semoga membantu.

      • @Esti: Saya belum pernah membandingkan performa antara kedua algoritma tersebut. Namun, Anda bisa searching di google karena setau saya ada jurnal yang membahas tentang perbandingan performa antar algoritma DSS. Mungkin topik tersebut bisa Anda angkat🙂

  5. mas mau konsultasi TA SPK ni…. kapan bisa YM.an??? udah aku sms tadi🙂
    mau tanya” SPK yg pakek metode Topsis ^^

    • @Erna : Maaf baru reply sekarang. Sms Anda kebetulan belum masuk makanya saya ngga tau ada yang mau konsultasi/tanya-tanya lewat YM. Kemungkinan kalau ngga ada gangguan internet hari ini (08.00 s/d 10.00 WIB) saya online kok🙂 . Di add aja dulu akun YM saya -> leo_melancholic@yahoo.com

  6. admin…. saya mau tanya nh….
    bagaimana cara untuk menentukan spk dengan topsis dalam menentukan kriteria dan pembobotan hasil kuisioner wawancara berdasarkan respon

    terima kasih….

    • @Ijal New Bie : Sebelum membuat spk maka anda harus merumuskan dulu, kriteria penilaiannya apa saja. Anda mengatakan hasil kuisioner wawancara. Apakah wawancara nya itu termasuk kriteria? atau kriterianya ada dalam wawancara tersebut (misal wawancaranya dibagi dalam beberapa kategori/kriteria). Kalah kriteria sudah dirumuskan, barulah dilakukan perhitungan dengan algoritma TOPSIS.
      Demikian dan semoga dapat membantu🙂

Komentar ditutup.